The Secret Book of MLM


Secret 12
PERENCANAAN 

Sudahkah Anda menyusun impian dan rencana-rencana baru? Bekerja tanpa perencaan bagaikan ‘KAPAL BERLAYAR TANPA ARAH’

Kebanyakan orang gagal di bisnis Network Marketing karena mereka bekerja tanpa perencanaan. Jika Anda bekerja tanpa perencaaan, ibaratnya sama dengan kita pergi ke suatu tempat yang belum pernah anda kunjungi tanpa membawa peta penunjuk arah dan tidak tahu seberapa jauh jarak yang akan anda tempuh. Tanpa ada rencana dan komitmen untuk melakukannya anda tidak akan beranjak kemana-mana apalagi mencapai tujuan yang ingin anda raih.

Steve   :   “Nah Tom, kamu harus membuat sebuah perencanaan untuk menentukan tujuan dan target serta mewujudkan semuanya. Akan tetapi jangan membuat sesuatu perencanaan yang sangat ambisius tetapi tidak realistis. Ingat tujuan kamu membuat target adalah untuk dicapai.

                 Kalau kamu terlalu sering gagal mencapai target, lama kelamaan semangatmu akan patah. Begitu pula jangan membuat perencanaan yang terlalu mudah. Target akan menjadi tidak bermakna kalau tidak membuatmu termotivasi.”

Tom    :   “Bagaimana cara membuatnya?”

Steve menjelaskan dengan sebuah cerita.

Steve  :   “Tom, kamu tidak akan mampu menghabiskan seekor gajah sekaligus. Namun tahukah kamu, makanan yang kamu makan seumur hidupmu, volume atau beratnya lebih dari seekor gajah. Demikian juga dengan tujuanmu. Jika ingin mencapainya, kamu harus memecah tujuan itu menjadi beberapa bagian. Terkadang ini kurang menyenangkan, tetapi akhirnya akan membuat kamu berhasil mencapai tujuanmu.

                 Pertama-tama kita membuat target pendapatan selama setahun, setelah itu buat dalam bulanan, dan pecah dalam mingguan, kemudian susun dalam rencana kerja harian. Dengan melihat prestasi harian, maka apa yang terkesan sulit untuk dicapai menjadi masuk akal dan mudah untuk dicapai. Hal ini akan meningkatkan rasa percaya dirimu, membuat kerjamu terprogram dan bisa digunakan sebagai alat ukur yang baik untuk mendeteksi apakah targetmu bisa dicapai atau tidak.

                 Langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah mencapai target harian secara konsisten untuk memastikan target bulanan dan target tahunan tercapai. Yang terpenting dalam hal ini adalah kamu harus jujur terhadap dirimu sendiri. Jangan menipu diri sendiri. Itu adalah cara orang gagal yang tidak berhasil melakukan segala sesuatu.

                 Jika belum berhasil mencapai target dalam periode tertentu, kamu harus melengkapi kekurangan itu di periode berikutnya. Anggap itu adalah sebuah hutang yang harus dibayar. Namun jika kamu berhasil melampau target pada suatu periode, anggaplah tidak ada kelebihan target dan jangan dikurangi target periode berikutnya.

                 Jadilah orang yang jujur, realistiis dan ambisius sesuai batas-batas kewajaran. Jika segala sesuatunya menjadi begitu mudah, evaluasi kembali targetmu, lalu tetapkan tujuan baru yang lebih tinggi. Kamu harus mampu menguasai motivasi pribadi dengan memiliki tujuan yang lebih sulit dicapai.

                 Jadi kita harus membuat perencanaan yang ambisius, tetapi juga realistis. Kemudian buat peta rute yang jelas dan tetapkan waktu yang terencana dalam bentuk Buku Rencana Kerja Harian.

                 Dalam membuat rencana kerja harian, ada beberapa hal yang harus ditentukan dari awal:

  1. Berapa orang yang harus di hubungi lewat telepon?
  2. Berapa orang yang harus di presentasi?
  3. Berapa orang yang harus di follow up?
  4. Berapa jumlah produk yang harus dijual?
  5. Berapa lama waktu yang diluangkan untuk “blind prospect”?
  6. Berapa lama waktu yang diluangkan untuk belajar?
  7. Berapa lama waktu yang harus diluangkan untuk mendampingi dan mengajar downline?


Secret 13

MENSPONSORI VS MEREKRUT

 Ribuan buah jeruk berasal dari satu biji jeruk. Kalau saat ini Anda merasa masih mendapatkan sedikit hasil dari bisnis MLM, itu terjadi karena jaringan yang dibangun belum besar.

Ibarat pohon jeruk, masih dalam tahap pertumbuhan dan belum berbuah. BERSABARLAH, TERUS LANJUTKAN dan FOKUS. TETAP SEMANGAT!

Sistem Network Marketing adalah sebuah sistem pemasaran dengan pembentukan organisasi distributor yang kita peroleh dari mensponsori rekan atau kenalan kita menjadi distributor.

Dalam hal ini ada perbedaan antara mensponsori dan merekrut. Kalau merekrut, Anda mengajak orang untuk bergabung setelah itu tidak ada tindak lanjutnya. Sedangkan mensponsori, setelah orang itu bergabung, kita membuat komitmen dan bekerja bersama-sama dengan dia agar bisa berhasil.

Kita bisa mulai dengan mengajak dia untuk mengikuti training/pelatihan yang diadakan oleh perusahaan, membuat daftar nama orang-orang yang akan diajak bekerja sama dalam bisnis ini, mengajarkan cara untuk mengundang secara sederhana agar orang-orang yang akan dihubungi mau untuk bertemu. Selain itu kita juga meminta komitmen rekan kerja kita untuk membangun jaringan bisnis milik mereka sendiri.

Mensponsori:

-          Steve merekrut Tom

-          Tom merekrut Bruce

-          Bruce merekrut Ken

-          Ken merekrut John

Mengajar (Duplikasi)

-          Steve mengajari Tom bagaimana caranya merekrut Bruce.

-          Steve mengajari Tom bagaimana mendampingi Bruce untuk merekrut Ken.

-          Steve mengajari Tom bagaimana carannya agar Bruce bisa mengajari Ken untuk merekrut John.

Proses mensponsori membutuhkan komitmen yang tinggi dan tidak dapat dipaksakan. Bila Anda tidak mempunyai komitmen yang tinggi, maka Anda pribadi maupun rekan kerja yang Anda ajak akan kecewa. Usaha Anda selama ini akan sia-sia, karena perkembangan downline Anda akan berhenti sampai disana.


Secret 14

2 x2 ≠ 4

Kita tidak bisa mengontrol banyak perubahan yang terjadi dalam hidup kita tapi kita bisa melakukan PERSIAPAN yang TERBAIK. Jadi perubahan apapun yang terjadi, kita siap menghadapinya.

Duplikasi merupakan kunci sukses multi level marketing. Inti dari tahapan duplikasi adalah mengajar rekan kerja kita supaya bisa mengajar rekan kerja yang lain. Proses duplikasi dimulai pada level ketiga. Biasa muncul pertanyaan, berapa orang yang harus saya sponsori?

Dalam hal ini kita bisa membuat acuan perhitungan untuk mengembangkan jaringan bisnis yang kita bangun. Contoh:

·         Anda mensponsori 2 orang yang mana masing-masing juga mensponsori 2 orang. Tim Anda akan ada 4 orang, level berikutnya ada 8 orang, dan level berikutnya lagi ada 16 orang.

   Gambar 14.1

·         Anda mensponsori 3 orang yang mana masing-masing juga mensponsori 3 orang. Tim Anda akan ada 9 orang, level berikutnya ada 27 orang, dan level berikutnya lagi ada 81 orang.

  Gambar 14.2

Tabel 14.3

Dari dua contoh di atas bisa disimpulkan bahwa sebenarnya Anda sendiri hanya menambah 1 orang saja. Namun akan terlihat perbedaan jumlah rekan kerja yang cukup banyak setelah jaringan ini berkembang, yaitu antara 16 orang dengan 81 orang di tingkat empat.

Perbedaan yang terjadi masih belum terlalu besar, tetapi apabila kita lanjutkan, misalnya Anda mensponsori 4 orang dan masing-masing mensponsori 4 orang juga, maka akan ada 16 orang, level berikutnya ada 64 orang, lalu level berikutnya lagi akan ada 256 orang.

Apabila Anda mensponsori  lagi 5 orang dan masing-masing juga mensponsori 5 orang, maka akan ada 25 orang. Level berikutnya ada 125 orang dan level berikutnya lagi ada 625 orang. Kini Anda bisa melihat perbedaan yang terjadi dengan contoh perkalian 2 sebelumnya.

Hanya selisih 3 orang saja bagi Anda untuk mensponsori 2 orang menjadi 5 orang dan Anda dapat melihat perbedaan antara 16 orang dengan 625 orang.

Dari contoh tersebut bukan berarti Anda harus mensponsori orang sebanyak-banyaknya supaya terjadi perkalian yang lebih banyak. Tidak seperti itu! Anda harus mengajarkan sponsorisasi tersebut ke semua rekan kerja Anda. Lalu berapa orang yang harus disponsori? Nah, Anda diharapkan untuk mencari 5 orang yang serius terlebih dahulu untuk Anda bantu.

Dengan 5 orang yang serius tersebut Anda bisa bekerja lebih baik dan lebih efektif daripada Anda bekerja dengan 60 orang yang Anda sponsori langsung. Anda pasti tidak akan bisa bekerja dengan efektif. Jadi Anda akan sangat susah untuk bekerja dengan ‘firstline” (rekan yang Anda sponsori langsung) yang banyak sekaligus. Hal inilah yang membuat banyak orang gagal di bisnis Network Marketing.

Dengan 5 orang yang serius kita bekerja ke dalam dan mengajarkan semuanya pada 5 orang tersebut sampai mereka bisa bekerja mandiri serta mulai membina jaringan sendiri.


Secret 15

KOMITMEN UNTUK AKTIF

KOMITMEN merupakan janji yang harus dipegang teguh untuk mencapai cita-cita.

Sebagian besar distributor hanya sibuk mencari distributor-distributor baru (firstline) tanpa mengajarkan cara untuk memperoleh keberhasilan dalam bisnis ini. Selain itu mereka juga hanya sibuk menjual produk sebanyak-banyaknya tanpa menyadari bahwa keuntungan yang mereka peroleh hanyalah keuntungan jangka pendek semata.

Jika yang dilakukan hanya sebatas itu saja, kita tidak akan bisa pensiun. Selamanya kita hanya akan berjualan barang dan mencari distributor baru.

Berikut ini adalah kisah Montana. Montana adalah seorang penjual yang handal. Dalam satu hari, tingkat penjualannya bisa mencapai Rp 2 juta. Bahkan ia bisa membawa hingga 5 orang calon distributor yang berbeda. Paling sedikit satu dari lima orang tersebut selalu mau bergabung.

Dalam kurun waktu 10 hari sejak ia bergabung, Montana telah memiliki tingkat penjualan pribadi sebanyak 25 juta dan firstline sebanyak 15 orang.

Melihat hal ini, upline Montana merasa sangat senang. Seorang super bintang yang baru telah berhasil ditemukan, sehingga dia terus memotivasi Montana.

Kejadian ini berlangsung selama 6 bulan. Memasuki bulan ke tujuh, Montana mulai merasa jenuh. Ia memutuskan untuk beristirahat selama satu bulan penuh. Ketika Montana kembali bekerja, perasaan malas untuk berjualan mulai menyerang dirinya. Selain itu, para downline nya juga tidak ada yang berkembang. Akhirnya jaringan yang dimiliki Montana hancur berantakan.

Memang Montana berhasil membentuk jaringan yang besar, sayangnya jaringan ini hanya berhenti pada level pertama (firstline). Itulah sebabnya mengapa jaringan ini menjadi jaringan yang dangkal dan mudah sekali hancur.

Steve melanjutkan ceritanya, ia berkata:

Steve      : “Tom, tentunya kamu tahu kesalahan utama Montana. Ia hanya sibuk pada kaeuntungan pribadi. Ia merasa cukup hanya dengan menjual produk saja dan berhenti pada firstlinenya . Dia tidak pernah membantu para downline-nya untuk mendapatkan hasil dari bisnis ini. Seharusnya Montana meminta komitmen dari para downline-nya. Namun ia pun harus berkomitmen dengan janjinya untuk membantu mereka.

                 Demikian pula halnya kita Tom, kita pun sebaiknya menanyakan komitmen dari rekan kerja kita, apakah ia mau serius menekuni bisnis ini. Jika ia serius, kita pun harus serius dengannya. Berikan jadwal trainingnya, terus dampingi dan bantu dia untuk berkembang. Dengan demikian, jaringan kitapun akan berkembang karenanya.”


Secret 16

KEMBALI KE SEKOLAH

“Tuhan tidak akan mengubah nasib manusia KECUALI ia sendiri yang mau mengubah nasibnya”

Steve pun kembali melanjutkan percakapannya dengan Tom.

Steve    :       “Tom, tahukah kamu pengertian dari kata pensiun?”

Tom       :       “Tidak tahu.”

Seteve  :       “Pensiun berarti tidak pergi bekerja, kecuali kamu ingin.”

Nah sekarang inginkah Anda pensiun dalam waktu 3 sampai 5 tahun dengan penghasilan Rp 50 juta per bulan? Kalau ingin berarti Anda harus bersedia untuk “kembali ke sekolah”. Maksudnya adalah Anda harus mau kembali belajar.

Di Network Marketing kita bisa menambah pengetahuan kita dengan 3 cara, yaitu:

A.      4 M

1.       Menghadiri semua pertemuan dan pelatihan (training) yang diselenggarakan oleh “Support System” yang ada, seperti:

a.       Training dasar yang diadakan oleh perusahaan.

b.      Training lanjutan.

c.       GM: Group Meeting, yaitu training atau meeting yang diselenggarakan oleh upline Anda serta melakukan konsultasi kepada sponsor dan upline aktif Anda.

2.       Mendengarkan kaset

Ada beberapa macam kaset yang perlu Anda dengarkan, yaitu:

a.       Kaset motivasi

Berisi tentang kiat-kiat sukses dari para Leader yang dapat memotivasi Anda dalam menjalankan bisnis Network Marketing.

b.      Kaset testimonial produk

Berisi tentang pengalaman para pemakai dalam menggunakan produk yang ada diperusahaan Anda.

c.       Kaset teknis

Berisi tentang bermacam-macam cara menjalankan bisnis ini dengan baik dan benar. Misalnya bagaimana cara melakukan prospecting, follow up, membuat daftar nama dan lain-lain.

3.       Membaca buku

Ada 4 macam buku yang perlu Anda baca:

·         Buku mengenai pengetahuan produk.

·         Buku mengenai teknis pengembangan jaringan Anda.

·         Buku mengenai pengembangan kepribadian, sepert

  • Bagaimana mencari kawan dan mempengaruhi orang lain – Dale Carnegie
  • Berpikir dan berjiwa besar – David J. Schwartz
  • Seven Habit for Teenager – Steven Covey

·         Buku-buku kepemimpinan, seperti:

  • Mengembangkan kepemimpinan dalam diri Anda
  • Mengembangkan kepemimpinan di sekeliling Anda
  • 21 kualitas kepemimpinan – semuanya oleh John C. Maxwell

4.       Menonton VCD atau DVD

Saat ini sudah banyak perusahaan Network Marketing yang membuat acara seminar-seminar berskala besar dan mengemasnya dalam bentuk VCD atau DVD berisi motivasi-motivasi  yang dapat membangkitkan semangat dan antusias kita maupun panduan cara kita menjalankan bisnis Network Marketing secara benar.

B.      Pengalaman

Pengalaman adalah guru yang terbaik. Kita bisa mendapatkannya dengan cara MELAKUKAN apa yang harus dilakukan. Di samping itu, ketika kita berani melakukan sesuatu yang baru, kita akan selalu diperhadapkan pada dua keadaan, “BERHASIL” atau “GAGAL”.

Banyak orang takut mengalami kegagalan. Namun sesungguhnya, mereka belum memahami hal besar yang tersimpan di dalam kegagalan itu sendiri.

Sebenarnya kita bisa memetik pelajaran dari kegagalan itu. Kita bisa belajar dari kegagalan. Bahkan sering kali, jika dibandingkan dengan keberhasilan, kegagalan itu sendiri memberikan lebih banyak pelajaran bagi kita.

C.      Diskusi atau Konsultasi

Diskusi atau konsultasi dengan upline kita sebaiknya dilakukan secara rutin. Setidaknya satu kali dalam seminggu. Konsultasi ini bukan hanya untuk menanyakan hal-hal yang negatif atau membuat kita patah semangat, melainkan juga untuk mendiskusikan hal-hal positif yang bisa membangkitkan semangat kita.

Untuk bisa mencapai kesuksesan dalam bisnis ini, seseorang harus mempelajari segala sesuatunya dengan baik. Oleh karena itu dibutuhkan waktu 5 sampai 10 jam per minggu, selama 6 bulan. Rentang waktu 6 bulan ini tidak dapat ditempuh dalam 30 hari. Jika orang tersebut hanya mau mencoba selama 30 hari, maka pondasi dan potensi dirinya tidak akan bisa tergali.

Jika orang ini adalah downline Anda, bisa dipastikan Anda hanya bisa menggali daftar nama yang ia miliki saja. Usaha Anda selebihnya adalah sia-sia. Dengan membuat waktu belajar Anda yang hanya 6 bulan tersebut secara efektif, Anda bisa pensiun hanya dalam waktu 5 tahun.

Rekomendasi pendidikan seperti ini tidak akan bisa ditemui di dunia pendidikan akademis pada umumnya, dimana waktu studi normal yang dibutuhkan adalah 4 tahun, selama 4 tahun itu, mereka yang sedang kuliah harus berangkat pagi-pagi, membeli serta mempelajari buku yang besar dan tebal, menghadapi ujian dan tidak memperoleh pendapatan sama sekali. Setelah masa studi itu selesai barulah mereka mencari pekerjaan.

Didalam dunia kerja, tidak ada kepastian bahwa setelah mereka bekerja selama 5 tahun, mereka bisa memperoleh penghasilan sebesar Rp 50 juta per bulan. Hal inilah yang menjadikan proses belajar di perguruan tinggi Network Marketing menjadi menarik dan menyenangkan.

Jika Anda mengharapkan untuk segera mendapatkan uang banyak, maka hal pertama dan utama yang harus Anda lakukan adalah belajar. Jangan kecil hati melihat rendahnya penghasilan Anda pada bulan-bulan pertama Anda menjalankan bisnis ini.

Setelah Anda mempelajari hal-hal yang harus Anda lakukan, ajarkanlah itu semua kepada rekan kerja Anda. Ajarkan kepada mereka cara untuk belajar. Katakan pada mereka untuk berhenti memikirkan jumlah uang yang mereka hasilkan pada bulan-bulan pertama.

Libatkan rekan kerja Anda dalam proses belajar mengajar dan bekerja sama dengan rekan kerja mereka juga. Dengan melakukannya Anda bisa benar-benar sukses dalam bisnis Network Marketing ini. Lebih lagi, semakin cepat rekan-rekan kerja Anda melakukan hal tersebut, semakin cepat pula mereka mendapatkan kesuksesannya.

Di Network Marketing kita bisa menambah pengetahuan dengan 3 cara:

A.  4 M

B.  Pengalaman

C.  Diskusi dan Konsultasi


Secret 17

DUPLIKASI

Ketika Anda telah meraih suatu tujuan, segera tetapkan tujuan yang baru. Dalam hidup tidak ada kata STAGNASI, yang ada hanya HIDUP atau MATI.

Banyak orang bertanya, bagaimana cara untuk mendapatkan penghasilan besar dalam waktu kurang dari 5 tahun? Sebetulnya caranya sederhana sekali.

PERTAMA, Anda akan dibantu oleh upline Anda untuk menemui 5 orang prospek Anda. Sebagai tambahan wawasan, Anda juga bisa memperhatikan rekan-rekan lain yang membawakan acara presentasi. Setelah dibantu sebanyak 5 kali presentasi oleh upline, Anda diharapkan mulai melakukan presentasi sendiri. Mintalah “role play” kepada upline Anda. Setelah itu Anda bisa mulai presentasi sendiri dan upline hanya mendampingi. Kemudian adakan evaluasi bersama upline Anda.

KEDUA, Setelah Anda dianggap mampu oleh upline Anda, Anda bisa melakukan presentasi sendiri bahkan membantu downline Anda. Dampingi mereka sampai 5 kali presentasi pertama,  presentasi sendiri dan bisnis Anda pun mulai bergulir.

Bila Anda mampu mensponsori 3 orang distributor SERIUS di akhir bulan pertama, seharusnya mereka juga mampu mensponsori 3 orang distributor serius di akhir bulan ke dua.

KETIGA, Di bulan ketiga Anda membantu Anda membantu rekan kerja di level ke-2 Anda agar mereka masing-masing mensponsori 3 orang distributor serius pula. Di bulan ke empat, downline Anda mulai membantu rekan kerjanya mengajak 3 orang distributor serius.

KEEMPAT, Pada waktu distributor Anda sedang membantu ke-3 orang di bawahnya, berarti Anda sedang mendukung perkembangan jaringan Anda secara mendalam serta mengajarkan rekan kerja Anda secara mendalam serta mengajarkan rekan kerja Anda untuk melakukan hal yang sama. Proses inilah yang dinamakan DUPLIKASI. Di akhir bulan ke-8, Anda akan mendapatkan rekanan kerja yang serius sebanyak 9.840 orang. Lihat tabel 17.1).

Tabel 17.1

Biasanya dalam presentasi, Anda akan menjumpai beberapa orang yang hanya akan menjadi pengecer. Mereka menjadi distributor untuk menjadi penjual. Anda juga akan menjumpai orang-orang yang menjadi distributor sekaligus konsumen agar mendapatkan potongan harga.

Misalkan setiap downline serius Anda hanya memiliki 5 orang yang termasuk dalam 2 kategori di atas dan mereka masing-masing berbelanja 100.000 tiap bulannya, berapakah kira-kira hasil yang bisa Anda terima setiap bulannya? Berapa besar penghasilan setelah 3-5 tahun?

Dengan potensi penghasilan seperti ini, maukah Anda kembali ke kampus (BELAJAR) selama 5-10 jam per minggu dalam waktu 6 bulan untuk mempelajari bagaimana cara melakukannya?

Seorang “distributor serius” dalam presentasi adalah seorang distributor yang memiliki “KOMITMEN” meluangkan waktu 15-20 jam per minggu untuk belajar dan menjalankan bisnis ini paling tidak selama 6 bulan.


Secret 18

MATA UANG DI DUNIA BUKAN DOLAR ATAU RUPIAH TETAPI WAKTU

Banyak hal yang harus dilakukan, tetapi waktu yang tersedia sedemikian terbatas. Jadi “TENTUKAN PRIORITAS” kegiatan mana yang akan kita “BAYAR” dengan waktu yang kita miliki.

Pada suatu kesempatan, Steve menceritakan pengalamannya dengan para downline-nya kepada Tom. Dia menceritakan kasus-kasus yang pernah ia hadapi sehingga Tom bisa mengambil hikmahnya dan menghindari hal-hal yang salah.

Steve :  “Tom, pernahkah kamu menemui seorang distributor Network Marketing yang mengeccat pagar rumahnya sendiri? Padahal dia bukan pengangguran. Coba perhatikan, dia lebih memilih menghemat Rp 50.000 untuk upah tukang cat. Ia tidak memikirkan bahwa jika dia mengecat sendiri pagar rumahnya, dia akan kehilangan waktu selama 1 hari penuh, apabila dia meluangkan waktu seharian untuk menjalankan bisnis ini, dia akan mendapatkan lebih dari Rp 50.000.

Bayangkan jika selama sehari itu dia mencari prospek-prospek baru dan berhasil mendapatkan distributor yang aktif. Berapa yang akan dia dapatkan? Setidaknya uang Rp 50.000 itu sudah bisa didapatkan hanya dengan menjual eceran. Selain itu dia juga bisa membantu orang lain, yaitu tukang cat, yang akan mendapatkan upahnya. 

Dia takut kehilangan Rp 50.000, namun sebenarnya dia kehilangan lebih dari Rp 50.000 bisa jutaan rupiah, puluhan juta, bahkan ratusan juta rupiah kalau diakumulasikan setelah beberapa tahun.

Seperti kisah diatas, kita harus bisa mendahulukan hal-hal yang harus didahulukan. Hal itulah yang disebut dengan istilah “PRIORITAS”. Kita semua hanya memiliki waktu 24 jam sehari. Masalahnya adalah bagaimana mengelola waktu yang kita miliki. Kitalah yang harus menentukan apakah waktu tersebut akan di sia-siakan begitu saja atau dipergunakan se-optimal mungkin.

Steve:   “Adalagi seorang distributor yang tidak mau meminjamkan kaset kepada downline-nya hanya karena ia takut kehilangan kaset itu. Padahal harga kaset itu tidak seberapa. Siapa tahu setelah mendengarkan kaset itu downline-nya termotivasi dan menjadi distributor besar. BERAPA yang akan dia dapatkan hanya dengan meminjamkan 1 buah kaset saja.”

Banyak orang tidak berani melakukan investasi ulang dari hasil yang didapatkannya. Contohnya, seorang pengusaha transportasi baru memulai usahanya. Ia belum memiliki alat transportasi apapun. Ia bekerja sebagai agen. Semua pengangkutan ia serahkan pada pengusaha lain.

Ketika memperoleh keuntungan, ia bisa memilih apakah keuntungan tersebut akan ia gunakan untuk membeli mobil ataukah keuntungan tersebut akan dia habiskan untuk jalan-jalan, membeli pakaian bermerek dan handphone baru. Jika pengusaha tersebut adalah seorang pengusaha sejati, ia akan menginvestasikan keuntungannya untuk membeli alat transportasi. Pada saat uangnya mulai terkumpul lagi uang itu akan dibelikan 1 mobil lagi. Setelah usahanya bertumbuh pesat, mungkin dia akan membuka kantor perwakilan di kota lain, demikian seterusnya, sehingga usahanya akan semakin berkembang, bukan mengalami stagnasi.

Jika saat ini Anda memiliki penghasilan sebesar Rp 1 juta, berapa jumlah maksimal yang bisa Anda tabung dalam 1 bulannya? Dengan penghematan yang sangat ketat sekalipun, Anda hanya bisa menabung sebesar Rp 500.000 per bulannya. Untuk mengumpulkan uang Rp 50.000.000 berarti Anda harus menabung selama 100 bulan atau 8 tahun lebih. Apakah tidak lebih baik jika Anda menginvestasikan Rp 500.000 yang Anda miliki dan dalam waktu 1 tahun Anda dapat menuai Rp 50.000.000 per bulannya?

Bagaimana pendapat Anda?

Bayangkan jika Anda adalah seorang karyawan di perusahaan dengan gaji hanya Rp 1 juta per bulan. Untuk mendapatkan gaji Rp 1 juta tersebut, Anda harus bekerja 8 jam sehari selama 25 hari kerja dalam 1 bulan. Berarti total jam kerja selama 1 bulan adalah 8 x 25 = 200 jam. Dengan kata lain,  gaji per jamnya = Rp 1 juta / 200 jam = 5.000 per jam. Berarti pula tenaga Anda hanya dihargai senilai itu. Padahal jika pukul 14.00 Anda rindu ingin bertemu dengan anak Anda, apakah bos Anda memperbolehkan Anda pulang? Jika pukul 10.00 Anda mengantuk, apakah diperbolehkan pulang oleh bos Anda? Padahal, TUHAN yang menciptakan kita tidak pernah meminta bayaran atas waktu yang ia berikan pada kita. Bos Anda hanya memberi Rp 5.000 per jam tetapi membatasi waktu Anda. Apakah ini LAYAK?

Dengan bisnis Network Marketing, mudah sekali bagi kita untuk sekedar mendapatkan Rp 5.000 per jam nya.

Kalau:

Rp 1 juta =      Rp 1 juta/200 jam =   Rp   5.000/jam

Rp 2 juta =      Rp 2 juta/200 jam =   Rp 10.000/jam

Rp 3 juta =      Rp 3 juta/200 jam =   Rp 15.000/jam

Rp 4 juta =      Rp 4 juta/200 jam =   Rp 20.000/jam

Rp 5 juta =      Rp 5 juta/200 jam =   Rp 25.000/jam

Rp 6 juta =      Rp 6 juta/200 jam =   Rp 30.000/jam

Rp 7 juta =      Rp 7 juta/200 jam =   Rp 35.000/jam

Rp 8 juta =      Rp 8 juta/200 jam =   Rp 40.000/jam

Rp 9 juta =      Rp 9 juta/200 jam =   Rp 45.000/jam

Rp 10 juta =    Rp 10 juta/200 jam =   Rp 50.000/jam

 Bagaimana menurut Anda? Tidak inginkah Anda meningkatkan nilai per jam yang Anda miliki?


Secret 19

ADA USAHA ADA HASIL


Daripada mengutuk kegelapan lebih baik ambil sebatang lilin dan nyalakan. Daripada meratapi keadaan lebih baik melakukan sesuatu untuk memperbaiki keadaan.

Mungkin Anda pernah mendengar pepatah: “tidak ada makan siang yang gratis” Maksud dari pepatah itu adalah apabila kita ingin menikmati hasil, maka kita harus bekerja keras. Sayangnya masih banyak orang mengharapkan bisa mendapatkan hasil tanpa melakukan usaha.

Suatu hari ada seorang pemuda datang menemui seorang saudagar kaya dan berkata,”Pak, beri saya uang Rp. 10 juta dan saya akan bekerja selama 1 tahun penuh untuk Bapak.” Anda pasti tahu jawaban dari saudagar kaya itu TIDAK BISA. Anda harus bekerja dahulu, baru mendapatkan hasilnya. Seorang petani harus bekerja (menabur benih, merawatnya), baru ia bisa mendapatkan hasilnya (panen).

Seorang nelayan harus menebar jala dahulu, baru akan mendapatkan ikan-ikan. Demikian juga untuk mendapatkan ijazah, seorang murid harus belajar dengan giat. Tidak mungkin ada hasil tanpa usaha.

Pernahkah Anda menjumpai downline/prospek yang mengatakan saya mau bekerja keras di bisnis ini kalau saja downline-downline saya semuanya aktif, saya akan berjualan jika downline saya sudah mempunyai omzet, saya akan “tutup point” kalau downline saya ada pembelanjaan, saya tidak tutup point bulan ini, saya tutup point bulan depan saja karena kalau saya hitung, saya bisa dapat bonus yang lumayan besar, saya baru akan belajar (ikut training) jika saya punya downline yang mau dibimbing dan mau belajar, saya baru akan ikut seminar, jika ada downline saya yang ikut, saya baru akan beli kaset dan buku kalau saya sudah mendapatkan keuntungan dari bisnis ini, saya mencari downline dulu, kalau sudah dapat baru saya akan bergabung di bisnis ini dan lain sebagainya.

Tentunya pemikiran seperti itu adalah pemikiran yang terbalik. Jelas sekali dikatakan bahwa TIDAK ADA HASIL YANG DIPEROLEH TANPA USAHA. Anda harus berusaha/bekerja keras terlebih dahulu baru mendapatkan hasilnya. Jika Anda ingin mempunyai jaringan kerja yang besar, maka Anda harus berusaha dahulu, belajar untuk melakukan presentasi dahulu, mendapatkan downline lalu dibimbing agar bisa berkembang lagi.

Kecil sekali kemungkinannya atau hampir dikatakan tidak mungkin, ada downline yang tidak pernah dibina, tidak pernah dibimbing, tiba-tiba berhasil menjadi distributor yang besar dan mandiri. ADA USAHA ADA HASIL. Bekerja dahulu bermain kemudian atau bemain dahulu bekerja kemudian? Mana yang Anda pilih?


Secret 20

BUKTIKAN… AGAR MEREKA PERCAYA


Ketekunan membuat yang mustahil menjadi MUNGKIN, yang MUNGKIN menjadi KEMUNGKINAN BESAR, dan KEMUNGKINAN BESAR menjadi KENYATAAN.

Banyak distributor mengalami permasalahan dengan pasangan hidupnya atau calon pasangan hidupnya. Mereka ditentang untuk menjalankan bisnis Network Marketing. 

Contoh pernyataan-pernyataan yang sering dilontarkan oleh pasangan hidup mereka adalah: mana mungkin bisa kaya dengan menjalankan bisnis seperti itu? Kamu pilih mana, menjalankan bisnis yang tidak bergengsi itu atau pilih saya? Kamu tidak pernah memikirkan saya/keluarga, mana waktumu untukku/untuk keluarga, kok seminggu penuh hanya melakukan presentasi – training – meeting – presentasi – training – meeting?

Untuk meredam emosi pasangan Anda sementara waktu, Anda bisa minta waktu satu tahun untuk menjalankan bisnis ini. Semua usaha kan tidak bisa dievaluasi hanya dalam beberapa bulan saja. Minimal setahun. Atau Anda bisa memberi ilustrasi pada pasangan Anda. Apabila hanya mengandalkan pekerjaan yang ada saat ini apakah mungkin bisa membeli rumah, mobil atau jalan-jalan keluar negeri. “Tolong ijinkan saya menjalankan bisnis ini. 

Daripada Cuma berlibur ke Bali/sewa rumah/panas-panas naik angkutan umum, lebih baik berusaha maksimal dulu di sini dan nantinya bisa berlibur ke HAWAI/beli rumah sendiri/beli mobil.”

Anda harus segera memberi bukti pada pasangan Anda, bahwa pilihan Anda tidak salah. Cepat WUJUDKAN impian Anda melalui bisnis ini. Untuk lebih memotivasi Anda bekerja, Anda bisa membuat buku impian atau menempelkan gambar di tempat yang sering Anda lihat.

Hal ini sangat efektif. Seorang distributor memberi ilustrasi:

Jason adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan swasta. Ia mempunyai seorang istri yang sangat sayang kepadanya. Suatu hari, Jason dikenalkan kepada bisnis Network Marketing oleh temannya. Tiga hari kemudian, setelah ikut training, Jason menempelkan gambar mobil Suzuki impiannya di langit-langit kamarnya. Sejak itu tiap hari ia pulang sampai larut malam. 

Ia jarang bermain lagi dengan anaknya. Istrinya sangat jengkel dengan tingkah lakunya yang tidak memiliki waktu lagi untuk keluarganya, terlebih dengan gambar mobil impiannya yang ditempelkan di langit-langit. Setiap pagi, setelah Jason berangkat kerja, istrinya mencabut gambar tersebut dan malam harinya sebelum Jason pulang, gambar itu ditempelkan lagi. 

Kejadian tersebut berlangsung terus menerus sampai kurang lebih 1 tahun.

Suatu hari, Jason pulang dengan mengendarai mobil Suzuki impiannya yang baru saja ia beli. Mobil itu sama persis dengan yang ada di gambar baik warna maupun modelnya. Istrinya sangat terkejut dan bertanya kepada Jason, “mobil pinjaman dari siapa itu?” Jason langsung menjawab, “mobil kita.

Selama setahun, setiap bangun tidur saya melihat gambar mobil itu dan berangkat kerja dengan motivasi cepat-cepat mengumpulkan uang untuk bisa membeli mobil itu lewat bisnis Network Marketing ini. Ternyata setelah 1 tahun akhirnya saya bisa membeli mobil itu. Ini surat-suratnya.” Si istri sangat terkejut dan terheran-heran bercampur bahagia. Air matanya tidak bisa terbendung. Ia memeluk sang suami dengan bangga dan bahagia.

Besok paginya, si suami bangun dan melihat di langit-langit kamar tidurnya ada gambar rumah yang asri lengkap dengan tamannya.


Secret 21

BIJAKSANA

Mungkin kita tidak akan pernah memiliki kelebihan seperti dimiliki orang lain, tapi hal itu tidak boleh menjadi halangan untuk memperjuangkan impian kita!

Banyak “Distributor Negatif” yang selalu mencari alasan untuk membenarkan dirinya sendiri atas kegagalannya dalam menjalankan bisnis Network Marketing. Seperti kita ketahui, orang yang sukses adalah orang yang mempunyai pandangan bahwa “masalah besar dikecilkan, masalah kecil ditiadakan”. Tetapi untuk orang yang tidak atau kurang berhasil, tanpa mereka sadari, hal-hal kecil malah dibesar-besarkan. Hal tersebut dijadikan alasan/kambing hitam atas gagalnya bisnis yang dijalankannya. Manakala jaringan kerja mereka sudah mulai berkembang, ternyata banyak juga tindakan-tindakan kurang bijaksana yang mereka lakukan. Akhirnya sebuah jaringan yang semestinya maju ternyata semakin lemah, semakin tidak aktif, semakin turun omzetnya dan akhirnya runtuhlah jaringan tersebut.

Steve berkata,”Saya akan menceritakan kisah Si Jane negatif dan apa yang akan dilakukan terhadap jaringannya”.

Hari Senin

Jane mengeluh kepada staf perusahaan di depan para downline-nya. Kantornya yang panas dan tidak bonafit sehingga ia malu mengajak prospek datang ke kantor. Ia berkata kepada staf perusahaan, “Inilah yang membuat jaringan saya tidak bisa berkembang.”

Hari Selasa

Jane mengundang semua distributor aktifnya datang ke rumah. Sebelum memulai pertemuan, ia mengeluh kepada mereka bahwa upline-nya sangat tidak bertanggung jawab dan tidak mau aktif membantu dia serta para downline-nya. Upline-nya hanya tutup point dan mendapatkan hasil apa yang dia kerjakan. Jane berpikir bahwa dia yang bersusah payah sedangkan upline-nya berdiam diri saja tetapi mendapatkan hasil dari apa yang dia kerjakan. Baginya dunia sangat tidak adil. Dia mengatakan jika kondisinya seperti ini terus, dia malas mengerjakan bisnis ini. Yang diuntungkan hanya upline-nya saja.

Dalam salah satu pertemuannya dia mengumpulkan semua hal-hal yang akan dikeluhkan ke perusahaan dan ke upline-nya yang aktif.

Hari Rabu

Jane mengeluh kepada manajemen perusahaan bahwa kantornya sangat sempit. Sulit sekali baginya untuk memperoleh ruangan yang bisa digunakan untuk presentasi maupun training. Selain itu, stafnya sangat lambat dalam bekerja. Antrian sangat panjang, untuk belanja 1 produk saja ia harus menunggu lama sekali. Ia memarahi manajemen perusahaan di depan orang banyak dan mengatakan “Inilah penyebab kurang berkembangnya bisnis saya. Manajemennya tidak PROFESIONAL.”

Hari Kamis

Dengan wajah cemberut, Jane membantu downline-nya untuk memprospek temannya. Karena suasana hati yang tidak enak, dia presentasi dengan asal-asalan, tidak bersemangat dan ingin cepat-cepat selesai. Akhirnya si prospek tidak mau bergabung dengan downline-nya. Jane berkata kepada downline-nya, “kenapa kamu ajak saya ke orang seperti itu? Lihat, mukanya sangat menyeramkan. Mana mungkin dia bisa berhasil di bisnis ini? Dia bergabung pun percuma!”

Hari Jumat

Jane mengeluh lagi kepada perusahaan, karena bonusnya tidak keluar. Ia marah-marah dan memberitahu downline-nya kalau perusahaan ini kurang bonafit, bahkan bonusnya tidak dikeluarkan, padahal dia sudah kerja keras. Setelah ditelusuri, ternyata nomor rekening bank yang dicantumkan oleh Jane salah.

Hari Sabtu

Jane diminta bantuan oleh downline-nya untuk memprospek temannya, tapi dia malah memarahi dan memaki downline tersebut dan berkata “Apakah kamu tidak tahu waktu? Ini kan hari Sabtu? Saya harus refreshing dan berpacaran, bisa mati muda kalau presentasi terus setiap hari.” Akhirnya presentasi dibatalkan dan downline itu menjadi putus asa sambil menggerutu dalam hatinya, “katanya upline harus membantu downline-nya. Tapi dia tidak mau membantu saya dengan alasan yang tidak masuk akal.”

Hari Minggu

Jane mengeluh kepada orang tua dan pacarnya bahwa bisnis Network Marketing ini sulit. Apalagi perusahaannya tidak bonafit, kantornya kecil, sempit, panas, stafnya kurang terampil, bonusnya tidak keluar dan para downline-nya malas-malas. “Itu yang menyebabkan saya tidak bisa berkembang di bisnis ini,” katanya.

“Nah, tentu kita bisa mengambil hikmah dari cerita Jane diatas. Kesalahan utama yang dibuat Jane adalah:

Semua cerita atau hal negatif, harus diceritakan ke atas (upline). Jangan pernah menceritakan hal negatif ke bawah (downline). Semua cerita kebawah haruslah hal-hal yang positif. Hal yang negatif hanya akan membuat downline kita menjadi kecewa dan putus asa.

Ini adalah bisnis Anda, bukan bisnis upline Anda. Jika upline tidak aktif dan tidak mau membantu biarkan saja. Sebaiknya cari upline diatasnya lagi. Jika tidak ada juga yang aktif, Anda sendiri harus berjuang agar bisnis Anda menjadi besar. Jangan sampai karena upline tidak mau membantu Anda menjadi putus asa dan memutuskan untuk berhenti dari bisnis ini. Anda RUGI sendiri.

Cek dulu kebenarannya sebelum melakukan komplain. Jangan asal komplain.

Presentasi atau training harus dilakukan sebaik mungkin. Jangan asal-asalan, meskipun hanya 1 orang yang dipresentasi.

Berpikirlah positif. Jadikan diri Anda bagian dari solusi atau jalan keluar, bukan bagian dari masalah.

Steve:   “Selain itu Tom, kita harus selalu memiliki pemikiran yang positif. Apabila kita menemui hambatan/masalah yang besar, yakinlah bahwa kita akan mendapatkan rezeki di balik permasalahan itu. Di samping itu, usahakan untuk selalu melakukan konsultasi ke upline-mu yang aktif atau qualified mengenai semua permasalahan yang kamu hadapi serta langkah apa yang harus dilakukan supaya bisa berhasil dengan cepat.”


Secret 22

SIAPA MENANAM, DIALAH YANG MENUAI HASIL

Jika Anda menanam padi, rumput pasti ikut tumbuh, tetapi jika Anda menanam rumput, jangan harap tumbuh padi.

Bila seorang petani mau menikmati hasil panennya, ia harus mau menggarap tanahnya, menaburinya dengan benih pilihan, merawat dan menjaganya dengan baik. Siapa yang menabur dialah yang akan menuai. Banyak distributor tidak bisa berkembang dengan cepat karena masalah tersebut. Dia jarang atau bahkan tidak pernah menabur, bagaimana bisa MENUAI?

Perhatikan kisah si Edward berikut ini:

Edward berada di kota Z. Pada awalnya, para downline-nya banyak berada di kota tersebut. Edward masih mampu untuk menangani mereka. Terhadap para crossline-nya, Edward sangat perhitungan. Dia tidak mau membantu mereka. Bila ditanyai oleh crossline-nya, dia hanya menjawab asal-asalan. Jika ada training yang dibuatnya di kantor, para crossline-nya tidak diperbolehkan ikut. Suatu saat, jaringan Edward semakin tidak terbendung, menyebar ke kota-kota lain dan dikota tersebut, jaringan Edward dapat dikatakan tidak ada (sedikit sekali). 

Suatu ketika di kota Y, jaringan Edward dibantu oleh crossline-nya yang berada di kota tersebut (karena di Network Marketing kita harus berpegang pada prinsip no cross-lining). Setelah itu jaringan di kota itu menjadi besar. Edward merasa berhutang budi kepada crossline-nya yang berada di kota Y. sejak saat itu, Edward menyadari bahwa kalau dia mau cepat berkembang di bisnis ini, dia juga harus mau membantu para crossline-nya dan jaringannya di kota-kota yang lain juga semakin besar karena kerja sama antar crossline di kota tersebut.

Steve :  “Tom, kita memang harus mengutamakan para downline kita sendiri. Namun ketika kita senggang dan ada crossline yang bertanya, kita wajib untuk menjawab. Ketika kita mengadakan training dan ada crossline yang akan mengikuti, kita harus ijinkan. Ingat JIKA Anda MENABUR, MAKA Anda AKAN MENUAI!” kata Steve.


Secret 23

KEMBANGKAN SALURAN DISTRIBUSI ANDA

Ingat! KESUKSESAN adalah benda mati. Karena itu jangan menunggu sukses untuk menghampiri kita. Kita yang harus berlari menuju kesuksesan itu!!!

Steve :  “Tom, seperti yang pernah saya katakan sebelumnya, besar kecilnya pendapatan yang bisa kamu peroleh dalam sistem Network Marketing sangat tergantung pada perkembangan dan perluasan jaringan terus menerus. Mengapa demikian? Ingat Tom, dasar dari bisnis Network Marketing adalah memasarkan produk dengan mempergunakan banyak penjual, di mana setiap penjual hanya perlu menjual sedikit.”

Jadi omzet penjualan produk diperoleh dari total penjualan seluruh distributor yang ada. Semakin besar jaringan kerja Anda, semakin banyak pula omzet penjualan yang Anda capai dan semakin besar pendapatan Anda.

Oleh karena itu, keyakinan kita terhadap kualitas produk sangatlah penting. Kita perlu memakai dan berbagi pengalaman dengan orang lain. Dengan cara demikian proses penyebarluasan produk dapat berlangsung dengan cepat. Seiring dengan itu, diharapkan para pengguna produk yang sudah merasakan manfaat produk tersebut dapat berperan aktif. Seiring dengan bertambahnya jaringan kerja kita, sistem Network Marketing-pun mulai berjalan.


Secret 24

BEBERAPA KESALAHAN

Hambatan dan kesempatan, bedanya ada pada cara kita memandang.

Selalu ada kesulitan dalam setiap kesempatan dan selalu ada kesempatan dalam setiap kesulitan.

Ketika jaringan kerja Tom sudah semakin besar, Steve mulai menunjukkan beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh seorang distributor. Hal ini dilakukan oleh Steve agar Tom tidak melakukan hal yang sama karena akan merugikan Tom sendiri.

Kesalahan-kesalahan tersebut adalah:

1.       Membuat jaringan matahari, atau merekrut sebanyak-banyaknya, tanpa mau membina.

Banyak distributor terburu-buru ingin mempercepat langkah sehingga mereka merekrut bukan hanya 3 orang, melainkan 50-100 orang, pada line pertama. Hal ini seperti meletakkan pondasi yang dangkal pada gedung  bertingkat. Kekuatan gedung bertingkat terletak pada kedalaman pondasi, bukan lebarnya. Rencanakan segala sesuatunya untuk menang. Ingat pepatah yang mengatakan bahwa tak seorangpun merencanakan untuk gagal tetapi banyak orang gagal merencanakan. Lihat, setelah mereka mensponsori orang ke-50 dan seterusnya, apa yang akan terjadi terhadap orang ke-1, ke-2, dan ke-3?

Mereka akan terabaikan, kehilangan minat dan akhirnya memutuskan untuk keluar dari bisnis ini. Oleh karena itu, ingat pula untuk melakukan “FOLLOW UP” atau tindak lanjut terhadap rekan kerja. Jangan hanya mensponsori saja tanpa mau mengembangkan dan mendampingi mereka.

Tom menyadari bahwa mensponsori terlalu banyak orang pada tingkat pertama (firstline) tidak terlalu menguntungkan. Terlalu banyak orang yang harus dibina menyebabkan adanya beberapa orang yang tidak bisa dibina secara maksimal. Akhirnya, bisnisnya tidak berkembang. Kadangkala ada orang yang bukan tipe seorang pekerja. Apakah kita harus merasa bersalah karena mensponsori mereka?

Steve berkomentar,”Kalau kita mensponsori mereka, lalu kita tidak membantu mereka, maka berarti kita yang salah. Tetapi kalau mereka yang tidak mau dibantu, berarti bukan salah kita.”

Ada yang bergabung hanya untuk mendapatkan harga yang lebih murah. Orang seperti ini bertujuan untuk mengembangkan bisnisnya. Ketika menghadapi mereka, mintalah referensinya, mungkin dari beberapa nama referensinya, ada satu atau dua orang yang bagus dan menjadi distributor aktif dalam bisnis ini. Anda bisa mengatakan: “Apakah Bapak/Ibu memiliki kenalan yang bisa kita ajak untuk menjalankan bisnis ini?” atau “Adakah rekanan Bapak/Ibu yang punya anak masih kecil?” setidaknya dia pasti punya rekanan yang bisa kita ajak untuk aktif di bisnis ini.

Bisa kita lihat dari fakta yang ada, banyak distributor aktif dan orang-orang yang berhasil di bisnis ini, bukanlah orang-orang di tingkat pertama. Mereka bisa berasal dari tingkat ke-2, ke-3, ke-4, ke-5 bahkan tingkat ke-20. Jadi jangan ragu-ragu untuk mensponsori orang. Kalau dia tidak bisa mengembangkan bisnis ini, mintalah referensi darinya. Dengan demikian kita melakukan apa yang disebut dengan menggali di kedalaman.

2.       Langsung pergi mencari penjual

Secara naluri, seorang penjual produk yang berkualitas memulai penjualan dengan lincah. Para penjual biasanya memang sangat lincah dan tidak takut berkerja keras. Akan tetapi, jika mereka ingin berhasil dan mencapai pendapatan besar, mereka harus menyesuaikan sikap dan keyakinannya bukan sebagai penjual, tetapi sebagai sponsor. Ingat kemampuan mengajar dan mengorganisir adalah aset yang paling berharga. Biasanya penjual yang penjualannya melampaui batas seringkali melakukan sendiri sehingga ia mendapat pujian dan pengakuan dari rekan-rekannya. Hal ini dapat mengakibatkan kehancuran.


Secret 25

NELAYAN PENCARI MUTIARA

Cinta adalah memberi kepada orang yang kita cintai. Memberi berarti kita berkorban atau membayar harga, dengan bekerja lebih untuk bisa memberi LEBIH.

Pada suatu kesempatan, Steve menceritakan kisah berikut ini kepada Tom:

“Misalkan kamu adalah seorang nelayan pencari mutiara yang baru saja kembali ke daratan sehabis mengumpulkan tiram. Hari itu kamu berhasil mengumpulkan se ember besar penuh tiram. Sebagai seorang nelayan pencari mutiara, ketika kamu mengambil tiram pertama, membuka dan mendapatkan tiram itu kosong. Kemudian dengan hati-hati kamu menutupnya kembali dan memgangnya. Kamu duduk di sana beberapa hari dengan harapan tiram tersebut segera menghasilkan mutiara. Apakah ini yang kamu lakukan? Tentu saja tidak! Kamu pasti akan membuang tiram kosong itu dan mengambil tiram kedua dan seterusnya, sampai menemukan tiram yang memiliki mutiara.

Steve :  “Tom sebagian besar distributor juga berbuat seperti itu. Mereka memperlakukan rekan kerjanya dan prospek yang dianggap bagus seperti sebuah tiram kosong. Seringkali kita tidak sadar bahwa rekan kerja kita itu ibarat tiram kosong dan itu membuat waktu kita terbuang sia-sia.

            Contohnya:

            Menurut saya, Rick adalah orang yang sangat potensial. Saya sangat mengharapkan Rick menjadi downline saya. Oleh karena itu saya terus mengunjunginya. Sudah 5 kali saya mengunjunginya. Bahkan sudah 15 kali saya mengundangnya untuk datang ke pertemuan, tetapi dia tidak pernah datang dengan berbagai alasan. Dalam hal ini, saya tidak menyadari bahwa sebenarnya saya terlalu lama bergumul dengan sebuah “tiram yang kosong”, padahal hal itu dapat membuat saya lelah dan patah semangat.

Steve :  “Hal yang demikian dapat juga terjadi dengan downline kita. Setelah bergabung ia mengemukakan banyak alasan dan tidak segera menjalankan bisnisnya. Apabila kita hanya memberikan perhatian pada satu orang itu saja sementara yang lain tidak kita perhatikan, maka hal itupun sama artinya dengan bergumul dengan tiram yang kosong. Daripada kita terus memberi perhatian pada “tiram yang kosong”, lebih baik kita mencari prospek atau rekan kerja yang baru. Tetapi rekan kerja yang pasif tadi jangan langsung ditinggalkan begitu saja. Harus tetap dihubungi, kita beri informasi baru, follow up seminggu sekali dan seterusnya. Mungkin suatu saat nanti, rekan kerja kita yang pasif itu bisa menjadi seperti tiram yang berisi mutiara.”

Sepuluh kali lebih mudah membimbing distributor yang mau bekerja daripada meyakinkan seseorang yang tidak berminat untuk bekerja dalam bisnis ini.


Secret 26

PONDASI YANG KOKOH

Memang KEBERHASILAN itu tidak mudah untuk didapatkan, tapi percayalah itu BISA Anda WUJUDKAN dalam kehidupan Anda. SELAMAT MEWUJUDKAN!

Menjalankan bisnis ini ibaratnya membangun sebuah gedung bertingkat yang menjulang tinggi. Yang harus dibuat pertama kali adalah pondasinya terlebih dahulu. Membutuhkan waktu berbulan-bulan lamanya untuk menyelesaikan pondasinya. Panjang tiang pancang yang digunakan harus terlebih dahulu diukur agar mencapai lapisan batu-batuan yang paling keras. Setelah satu tiang pancang tertanam dengan baik, baru dilanjutkan dengan yang lain lagi. Demikian seterusnya hingga semua tiang pancang yang dibutuhkan tertanam. Proses berikutnya adalah menghubungkan semua itu menjadi satu kesatuan dan akhirnya selesailah pondasi gedung bertingkat itu. Setelah pondasi jadi, proses pembangunan gedung akan terlihat sangat cepat. Tingkat demi tingkat akan terbentuk setiap minggunya hingga kemegahan bentuk fisik gedung bertingkat itu terlihat.

Steve :  “Tom, bayangkan gedung bertingkat itu adalah group jaringan kerjamu yang besar. Ketika pertama kali kamu mulai mensponsori seorang distributor, itulah saat pertama kamu mulai membangun pondasinya. Mungkin membutuhkan waktu lama untuk menemukan 3 distributor yang serius. Disini mungkin kamu bertanya, mengapa harus mulai dengan 3 orang distributor serius? Jawabannya adalah kamu tidak mungkin bekerja dengan banyak orang sekaligus dalam waktu yang bersamaan.

Setelah itu, hal berikutnya yang harus kamu lakukan adalah membina dan mengajar 3 orang distributor yang serius itu untuk melakukan hal yang sama seperti yang kamu lakukan, yaitu mencari dan mensponsori orang-orang yang mau bergabung menjadi distributor dalam jaringan kerja mereka masing-masing. Sampai di sini berarti kamu mulai masuk ke kedalaman ke-2. Lakukan pula hal yang sama bersama dengan 3 orang distributor serius pertamamu untuk membantu distributor di kedalaman ke-2 mu untuk mencari dan mensponsori orang-orang lain yang mau bergabung menjadi distributor dalam jaringan kerja mereka masing-masing. Bila itu tercapai, berarti kamu masuk ke kedalaman ke-3. Demikian seterusnya yang kamu lakukan sampai masuk ke kedalaman ke-8.

Di sinilah pondasi bisa dikatakan sudah mencapai lapisan batu-batuan yang paling keras. Ibaratnya pondasimu sudah jadi. Jadi, jangan berhenti menggali rekan kerjamu sebelum sampai pada tahap itu. Bila kamu baru bergabung beberapa bulan dan belum terlihat hasil yang bagus, jangan putus asa. Ingat, kamu masih membangun pondasinya, di mana dibutuhkan kesabaran dan usaha yang keras. Kesuksesan selalu dimulai dari usaha yang keras. Kalau kamu menemui kesulitan jangan segan-segan untuk berkonsultasi dengan upline-mu. Itulah kunci keberhasilan di bisnis Network Marketing.

Pada akhirnya, kamu bisa memahami mengapa distributor yang mensponsori dan mengajar akan jauh lebih berhasil dibandingkan dengan distributor yang hanya menjual saja. Kamu tidak akan pernah berhasil dalam bisnis Network Marketing ini kalau kamu tidak mengajarkan pada orang lain bagaimana cara untuk berhasil. Di sinilah kekuatan bisnis Network Marketing yang sesungguhnya.


Secret 27

LEBAR DAN DALAM

Melebar adalah permulaan, kedalaman adalah kestabilan.

Selanjutnya Tom, pada saat jaringan kerjamu sudah mulai mandiri, kamu bisa mulai mencari dan mensponsori orang lain lagi dan membuka jalur distribusi yang baru. Jadi kalau tadinya kamu memiliki 3 jalur distribusi, sekarang kamu bisa membuka jalur yang ke-4. Sungguh menyenangkan bila saat itu tiba. Kamu bisa memilih orang baru yang akan mendapatkan peluang yang luar biasa ini. Selain itu tahukah kamu, perbedaan 1 jalur akan menjadi perbedaan yang mencolok sekali di kedalaman ke-8? (lihat tabel 27.1 dan tabel 27.2)

Tabel 27.1


Tabel 27.2

Tunjukkan hal ini kepada distributor seriusmu. Jelaskan bahwa perbedaan antara 3 dan 4 adalah 1, tetapi berapa selisihnya pada kedalaman ke-8? 58.975 distributor serius (tabel 27.1), dan itu sangat besar sekali. Apalagi kalau kamu bisa memiliki sampai dengan 5 jalur distribusi, perbedaannya akan lebih besar lagi, yaitu 384.064 orang (390.625 – 6.561) (tabel 27.2). hal ini perlu kamu tunjukkan kepada downline-mu. Jika seseorang mengerti pentingnya bekerja secara mendalam.

Jadi Tom, pada tahap awal, bekerjalah dengan 3 orang distributor serius. Gali mereka hingga kedalaman ke-8 distributor serius. Setelah itu, baru kamu bisa mulai untuk menambahkan jalur distribusimu sehingga membentuk  jaringan kerja yang lebih lebar. Dengan demikian kamu memiliki sebuah bisnis yang solid, baik ke dalam maupun kesamping. Ajarkan hal ini pula kedalam downline-mu yang juga telah memiliki distributor serius sehingga kedalaman ke-8, tambahnya.


Secret 28

HITUNG DULU

Awali hari Anda dengan antusias dan pertahankan antusias itu, maka hari yang indah berada di depan Anda.

Hari berikutnya, Tom bercerita kepada Steve tentang seorang distributornya, yaitu Johnny. Johnny mempunyai calon prospek di kota lain, yang jaraknya kurang lebih 400 km dari tempatnya. Untuk mencapai kota itu dibutuhkan waktu paling cepat satu hari penuh, sehingga Johnny akan kehilangan beberapa janji yang bisa dibuat pada hari itu. Bermanfaatkah mengunjungi orang di luar kota itu? Apakah tidak lebih baik bila waktu itu digunakan untuk membuat tiga atau empat presentasi di lingkungan sendiri?

Steve :  “Begini  Tom, kalau kamu memang ada keperluan di kota itu atau kota lain yang berdekatan dengan kota tersebut, atau Johnny dan kamu sendiri mempunyai banyak kenalan di kota itu, tidak ada salahnya mendatangi orang itu. Tapi kalau kamu hanya  mempunyai satu tujuan saja ke kota yang jaraknya 400 km itu, lebih baik kamu mengunjungi kenalanmu di kota ini dulu. Berapa banyak waktu yang kamu dan Johnny habiskan guna pergi keluar kota hanya untuk 1 orang prospek?

            Selain itu, belum tentu orang itu mau bergabung. Lagipula, meskipun orang itu bergabung, membinanya juga sulit, karena jaraknya terlampau jauh. Kamu tidak mungkin sebulan penuh membantu dia. Lebih baik kamu fokus dulu di kotamu sendiri karena pengelolaan jaringan dalam kota kita pasti lebih mudah. Selain menghemat biaya transportasi dan akomodasi, kamu juga bisa membuat beberapa janji pada hari itu dengan rekan kerjamu yang lain. Setelah kondisi memungkinkan barulah kamu bisa melakukan ekspansi ke luar kota. Kalau kamu ataupun downline-mu masih bingung, segera KONSULTASI kepada upline-mu.”


Secret 29

WIN-WIN SOLUTION

Banyak alasan yang bisa kita berikan untuk sebuah kegagalan, tapi hanya satu alasan untuk BERHASIL yaitu TIDAK ADA ALASAN. Maju terus dan RAIH KEBERHASILAN Anda.

Tas kerja Steve sudah rusak, sudah waktunya diganti. Steve mengajak Tom ke mal untuk membeli tas kerja baru. Mereka memasuki toko demi toko dan melihat-lihat tas yang dijual di sana. Sampai akhirnya di toko “X”, Steve menemukan sebuah tas kerja yang sesuai dengan kebutuhan dan seleranya. Steve memperhatikan tas tersebut dengan teliti. Si pemilik toko datang menghampiri Steve karena melihat Steve sangat tertarik dengan tas tersebut.

Terjadilah tanya jawab antara Steve dengan si pemilik toko seputar tas yang dibutuhkan Steve. Sambil melihat-lihat tas yang ada, Steve mulai mengarahkan pembicaraan ke arah bisnis dan pekerjaan sampai ada kesempatan bagi Steve untuk bercerita tentang bisnisnya. Steve bercerita bahwa ia bekerja di bidang pelayanan kesehatan masyarakat. Mendengar hal itu, si pemilik toko tertarik untuk mulai bercerita bahwa ia memerlukan produk yang diceritakan.

Merasa pintu peluang terbuka lebar, dengan sangat tanggap Steve menyambarnya. Kata Steve dalam hati, “Hitung-hitung mengajari Tom, downline-ku.” Dengan trampil Steve menceritakan mengenai keunggulan serta manfaat produk-produk yang dijualnya. Dengan kepiawaiannya, Steve menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan pemilik toko. Apakah bagus kalau memakai produk ini? Bahan baku produknya apa saja, dsb.

Steve mulai berpikir bagaimana supaya bisa terjadi barter penjualan. Steve butuh tas kerja, si pemilik toko butuh produk yang ditawarkannya. Terjadilah transaksi yang saling menguntungkan. Dilihat dari sisi Steve, keuntungan yang dia dapatkan, yaitu:

  • Mendapatkan tas sesuai dengan kebutuhan dan seleranya.
  • Mendapatkan keuntungan eceran yang lumayan.
  • Mendapatkan sales volume/point.
  • Memberikan pengalaman dan pelajaran bagi Tom.
  •  Intinya, sekali berenang, dua tiga pulau terlampaui.


Secret 30

BUKU MEDIA SPONSORISASI

Hak istimewa manusia adalah HAK MEMILIH. Kita bebas memilih tetapi harus mempertanggung jawabkan setiap pilihan kita. Mari MEMILIH untuk SUKSES walaupun untuk itu kita harus membayar harganya berupa KERJA KERAS yang disertai dengan KERJA CERDIK dari seetiap WAKTU yang kita miliki. SELAMAT MEMILIH!!

Presentasi adalah sarana untuk mendapatkan rekan kerja di bisnis network marketing. Steve menunjukkan cara sponsorisasi selain presentasi, yaitu dengan meminjamkan buku. Contoh buku yang bisa dipinjamkan adalah buku “The Cashflow Quadrant” (CQ) dan “Business School” karangan Robert T Kiyosaki.

Suatu hari, saya bertemu dengan teman lama saya di sebuah café. Sembari kami menikmati alunan musik, kami juga mengobrol bertanya tentang keadaannya dan keluarganya. Ternyata dia bekerja di perusahaan swasta yang sangat besar. Dalam obrolan tersebut, kami sempat memperbincangkan bahwa suatu pekerjaan bukan dilihat dari keamanan finansial yang didapat, melainkan dari KEBEBASAN FINANSIAL serta KEBEBASAN WAKTU yang diharapkan.

Bermula dari itulah saya mulai bercerita sedikit mengenai apa yang ada di buku ‘CQ’ banyak orang yang berada di sisi kiri kuadran mulai berpikir bagaimana caranya supaya mereka bisa menyeberang ke sisi kanan kuadran. Mereka selalu berpikir untuk mencari pengalaman dengan bekerja  lebih dahulu sebagai karyawan di perusahaan orang lain. Setelah merasa punya pengalaman dan modal yang cukup, baru mereka merencanakan untuk membuka usaha sendiri. 

Ternyata sampai usia senja pun, mereka tidak berani melaksanakan keinginannya tersebut. Mereka hanya berpikir sampai batas keamanan finansial. Padahal mereka menyadari bahwa bukan itu yang mereka cari, tetapi bagaimana melakukannya? Saya juga mengedifikasi buku The Cashfhlo Quadran dengan memberikan ungkapan BAGAIMANA UANG BEKERJA UNTUK KITA bukan KITA BEKERJA UNTUK UANG. Hal itu saya jelaskan dengan memberi contoh orang-orang yang saya kenal yang bisa melakukan hal itu.

Akhirnya dia tertarik untuk mengetahui isinya. Saat itu saya langsung meminjamkan buku ‘CQ’ yang ada di genggaman saya. Saya katakan kepadanya bahwa dua hari lagi buku tersebut akan saya ambil karena ada teman lain yang mau meminjam buku tersebut.

Selang dua hari kemudian, saya mengunjunginya lagi dengan maksud untuk mengambil buku itu. Ternyata dia berkomentar “luar biasa!”. Tapi dia bingung, apa solusi yang harus ditempuhnya untuk berpindah dari sisi kiri ke sisi kanan kuadran?

Peluang sudah terbuka. Saat saya memberikan solusi yang paling tepat. Saya ingatkan dia tentang apa yang ada di buku The Cashflow Quadran halaman 95 mengenai 3 jeni sistem bisnis, dimana sistem bisnis ke tiga adalah multi-level marketing. Kemudian saya bercerita mengenai peluang bisnis di network marketing dan menunjukkan pula bahwa perusahaan kita adalah perusahaan network marketing yang baik. Dia tertarik dan setuju dengan setiap ide yang saya lontarkan dan jadilah dia firstline baru saya yang aktif.


Secret 31

PILIH YANG TERBAIK

Ingatlah bahwa Tuhan tidak selalu mengabulkan apa yang kita minta, tapi selalu memberi apa yang kita BUTUHKAN. Sudahkah Anda membawa bisnis ini dalam doa Anda?

Cara memilih perusahaan Multi-level Marketing adalah dengan melihat latar belakang perusahaan tersebut. Bergabunglah dengan perusahaan MLM yang memiliki latar belakang yang baik dalam hal:

a. Keuangan perusahaan.

Perusahaan memeiliki keuangan yang stabil.

b. Manajemen perusahaan.

Perusahaan memiliki tim manajemen yang kuat dan kompeten dalam bidangnya.

c. Fasilitas yang disediakan.

Semakin lengkap fasilitas yang disediakan dari sebuah perusahaan MLM, semakin menguntungkan distributor yang bergabung dalam perusahaan tersebut.

d. Sistem informasi yang dimiliki.

Sistem informasi yang didukung oleh sistem pengolahan data yang kuat akan membuat penghitungan omzet penjualan yang ada pada sebuah jaringan bisnis yang dimiliki oleh seorang distributor lebih akurat.

e. Sejarah perusahaan.

Perusahaan tidak memiliki masa lalu yang buruk. Demikian juga dengan pendiri atau pemiliknya, karena ada kalanya pemilik perusahaan mengganti nama perusahaan yang sudah buruk dengan nama baru.

f. Produk.

Produk yang disediakan harus setara dengan nilai dan manfaatnya. Produk-produk tersebut harus memiliki: 

·         Nilai jual

Produk yang dijual harus unik dan menarik sehingga membuat orang yang mendengarkan dan melihat menjadi tertarik. Produk MLM yang baik adalah produk yang tidak terlalu banyak memiliki substitusi atau produk pengganti di pasaran.

·         Nilai manfaat

Kalau perusahaan MLM tersebut bergerak di bidang jasa, masyarakat harus mengetahui bidang jasa apa yang digeluti oleh perusahaan tersebut. Kalau perusahaan tersebut bergerak di bidang kesehatan atau kecantikan, produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut harus bermanfaat bagi kesehatan atau kecantikan dan mempunyai kualitas yang baik.

·         Nilai ekonomis

Harga dari produk itu sesuai dengan fungsi dan manfaatnya sehingga nilai yang dibayarkan sesuai dengan nilai yang diperoleh.

g. Sistem pembagian kompensasi / bisnis plan

Sebuah perusahaan MLM harus menjamin adanya pendapatan yang baik, baik untuk para distributor baru yang menjalankan bisnis ini maupun para leader yang sudah dengan susah payah membangun bisnis mereka.

Pelajari dengan baik sistem pembagian kompensasi yang ada pada perusahaan MLM tersebut sebelum Anda memutuskan untuk bergabung dengan perusahaan itu.

h. Sistem pendidikan

Anda harus memilih perusahaan MLM yang mempunyai support system yang menyediiakan sistem pendidikan bagi semua distributornya. Sistem pendidikan tersebut memungkinkan seorang distributor yang baru bergabung bisa mengetahui, memahami dan melakukan hal-hal yang perlu dilakukan untuk membangun bisnis jaringan yang baru dia kembangkan. Sistem pendidikan yang ada juga bisa mengembangkan pengetahuan dan kemampuan para distributor yang telah memiliki sejumlah rekan kerja, tentang manajemen pengembangan dari rekan kerja yang sudah dipunyai, serta harus bisa mengantarkan distributor yang ada menjadi pemimpin-pemimpin atau leader dalam jaringan bisnis yang mereka bangun. Tidak hanya itu, support system yang baik akan memberikan pandangan tentang solusi penempatan dan penggunaan hasil dari pendapatan yang berhasil dia peroleh.


Perhatikan!

KAMI TIDAK MEMINTA ANDA UNTUK MEMPERCAYAI ISI BLOG INI. 

TETAPI KAMI INGIN ANDA MENIKMATI / MENDAPATKAN PENDAPATAN YANG LUAR BIASA BESAR DARI BISNIS MULTI LEVEL MARKETING.

JANGAN HANYA PERCAYA, JANGAN HANYA SETUJU, TETAPI LAKUKAN! 

DENGAN HANYA PERCAYA ATAU SETUJU TIDAK AKAN MEMBUAT ANDA MEMILIKI SEBUAH BISNIS YANG LUAR BIASA INI DENGAN HASIL YANG JUGA LUAR BIASA.

SELAMAT MELAKUKAN!

Hubungi yang punya blog ini yang telah membuka wawasan Anda dan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang langkah-langkah berikutnya.